Jumat, 22 Juli 2016

tugas metodologi penelitian



KONTRIBUSI  PELAYANAN dan FASILITAS TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN WARNET CENTRO.NET
BAB I
A.    LATAR BELAKANG
Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia terima dan harapannya (Umar, 2005:65). Seorang pelanggan, jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa, sangat besar kemungkinannya menjadi pelanggan dalam waktu yang lama.
Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller yang dikutip dari buku Manajemen Pemasaran mengatakan bahwa Kepuasan Konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (2007:177).
Untuk menciptakan kepuasan pelanggan (konsumen) yang tinngi, diperlukan faktor faktor yang secara signifikan berpengaruh yakni, faktor yang berhubungan dengan faktor lokasi, harga pemakaian warnet, fasilitas warnet, kecepatam akses internet, suasana warnet, dan pelayanan warnet.
Kajian pendahuluan di warnet (tempat penelitian) memperlihatkan bahwa diantara sejian banyak faktor faktor diatas, yang masih menjadi masalah adalah proses pelayanan dan fasilitas yang ada. Masalah masalah tersebut diperoleh dari kuisioner awal  kepada 25 orang pengunjung/pelanggan, memperlihatkan urutan faktor faktor yang paling menjadi maslah sampai faktor yang kurang menjadi masalah bagi seorang pelanggan, yakni (1) Pelayanan, (2) Fasilitas, (3) kecepatan akses internet, (4) faktor lokasi, (5) harga pemakaian warnet, (6) suasana warnet. (lihat tabel)
Faktor faktor kepuasan palanggan
Frekuensi (orang)
Persentasi (%)
Pelayanan
8
32
Fasilitas
7
28
Kecepatan akses internet
5
20
Lokasi
2
8
Harga pemakaian warnet
2
8
Suasana
1
4

Pelayanan. Pelayanan tidak dilaksanakan dengan baik, maka konsumen akan merasa tidak puas sehingga mereka tidak akan melakukan pembelian secara berulang atau akan merekomendasikan kepada calon konsumen lain hal-hal yang buruk terhadap warnet sehingga dampaknya akan sangat merugikan warnet tersebut.
minimnya fasilitas pada sebuah warnet juga menjadi masalah, misal belum adanya kamar mandi dan tidak adanya minuman dan makanan yang dijajakan juga dikeluhkan oleh pengunjung warnet.
Apabila salah satu faktor faktor kepuasan pelanggan tidak terpenuhi, akan berakibat kepada perilaku konsumen atau pelangganyang akhirnya akan membawa dampak buruk pada kepuasan mereka. Berikut alasan alasan penting menunjukan bagaimana peran pelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan pelanggan.
Pertama, Menurut Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kotler juga mengatakan bahwa perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering. Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja biasanya terdapat pada elemen sebagai berikut:
1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihkan harapan pelanggan.
2. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
3. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
Kedua, Suryo Subroto “ fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha dapat berupa benda-benda maupun uang. Lebih luas lagi tentang pengertian failitas Suhaisimi Arikonto berpendapat, “fasilitas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan segala sesuatu usaha. Apabila fasilitas yang disediakan kurang baik, maka pelanggan akan mengalami ketidakpuasan dan mencari tempat (warnet) lain yang lebih bisa memberi fasilitas yang lebih baik.

Penjelasan-penjelasan di atas telah memperlihatkan bagaimana pentingnya faktor pengembangan karir dan gaji terhadap kepuasan kerja. Baik secara teoritis maupun empiris menunjukkan bahwa adanya hubungan yang erat antara pelayanan dan fasilitas dengan kepuasan pelanggan. Implikasinya, apabila penyedia pelayanan dan fasilitas di perusahaan diperhatikan dengan baik oleh pimpinan akan mendorong tingginya kepuasan pelanggan yang datang ke warnet.
Alasan-alasan logis tersebut menjadi dasar yang kuat bagi peneliti untuk mengkaji hubungan-hubungan yang terjadi di dalamnya.
Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia terima dan harapannya (Umar, 2005:65). Seorang pelanggan, jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa, sangat besar kemungkinannya menjadi pelanggan dalam waktu yang lama.
Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller yang dikutip dari buku Manajemen Pemasaran mengatakan bahwa Kepuasan Konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (2007:177).
Dengan semakin meningkatnya tingkat gaya hidup masyarakat, maka kebutuhan masyarakat terhadap barang atau jasa juga semakin meningkat. Salah satu jasa dari teknologi informasi yang banyak dimanfaatkan dan digunakan masyarakat adalah dengan menggunakan sarana internet melalui perusahaan kecil jasa layanan informasi. Dengan mengakses pada salah satu internet (warnet)  seseorang akan dengan mudah memperoleh informasi yang diinginkan.
Namun demikian, Pada saat ini, konsumen dalam mengambil keputusan untuk mengkonsumsi jasa mempunyai banyak pertimbangan-pertimbangan seperti fasilitas dan pelayanan yang ada pula warnet tersebut. Hal ini penting sekali untuk dilakukan mengingat bahwa konsumen akan melakukan sesuai dengan harapan mereka. Apabila kinerja yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan, maka konsumen akan merasa tidak puas sehingga mereka tidak akan melakukan pembelian secara berulang atau akan merekomendasikan kepada calon konsumen lain hal-hal yang buruk terhadap warnet sehingga dampaknya akan sangat merugikan warnet tersebut.
Berdasarkan paparan diatas, Untuk menciptakan kepuasan pelanggan (konsumen) yang tinngi, diperlukan faktor faktor yang secara signifikan berpengaruh yakni, faktor yang berhubungan dengan faktor lokasi, harga pemakaian warnet, fasilitas warnet, kecepatam akses internet, suasana warnet, dan pelayanan warnet.
Bertolak dari dasar teori di atas, dalam penelitian ini, sebagai faktor penduga penciptaan kepuasan pelanggan, sengaja dipilih factor pelayanan dan fasilitas, dengan berbagai alasan yang cukup mendasar.
Pertama, pilihan atas pelayanan. Pertama, Menurut Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kotler juga mengatakan bahwa perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering. Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja biasanya terdapat pada elemen sebagai berikut:
1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihkan harapan pelanggan.
2. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
3. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
Kedua, Suryo Subroto “ fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha dapat berupa benda-benda maupun uang. Lebih luas lagi tentang pengertian failitas Suhaisimi Arikonto berpendapat, “fasilitas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan segala sesuatu usaha. Apabila fasilitas yang disediakan kurang baik, maka pelanggan akan mengalami ketidakpuasan dan mencari tempat (warnet) lain yang lebih bisa memberi fasilitas yang lebih baik.
Bertolak dari paparan diatas peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut dalam judul penelitian: “FAKTOR PELAYANAN dan FASILITAS TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN WARNET CENTRO.NET ”

B. Identifikasi masalah
Relevan dengan latar belakang sebelumnya, maka masalah masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:
1.      Kajian kajian teoritis memperlihatkan bahwa tinggi rendahnya kepuasan pelanggan warnet dipengaruhi oleh masalah: faktor lokasi, harga pemakaian warnet, fasilitas warnet, kecepatam akses internet, suasana warnet, dan pelayanan warnet.
2.      Pelayanan dan fasilitas terpilih sebagai faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan warnet, karena memiliki beberapa masalah urgen sebagai berikut:
a.       Pelayanan tidak dilaksanakan dengan baik, maka konsumen akan merasa tidak puas sehingga mereka tidak akan melakukan pembelian secara berulang atau akan merekomendasikan kepada calon konsumen lain hal-hal yang buruk terhadap warnet sehingga dampaknya akan sangat merugikan warnet tersebut.
b.      Fasilitas yang masih kurang, minimnya fasilitas pada sebuah warnet juga menjadi masalah, misal belum adanya kamar mandi dan tidak adanya minuman dan makanan yang dijajakan juga dikeluhkan oleh pengunjung warnet.
C. Batasan dan Rumusan Masalah
Seperti terlihat dalam identifikasi masalah banyak kemungkinan hubungan yang dapat dipilh sebagai kajian penelitian. Namun tidak semua hubungan digaji, tetapi hanya pelayanan dan fasilitas terpilih menjadi faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan warnet. Untuk memperjelas hal tersebut, variabel variabel dan hubungan hubungan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut:
1.      Pengaruh pelayanan secara parsial (mandiri) terhadap kepuasan pelanggan.
2.      Pengaruh fasilitas secara parsial (mandiri) terhadap kepuasan pelanggan.
3.      Pengaruh pelayanan dan fasilitas secara simultan (bersama) terhadap kepuasan kerja.

Sesuai dengan hubungan yang telah dibatasi tersebut, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.      Apakah pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan?
2.      Apakah fasilitas berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan?
3.      Apakah pelayanan dan fasilitas berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan?
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah di atas, yakni:
1.      Menguji pengaruh pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
2.      Menguji pengaruh fasilitas terhadap kepuasan pelanggan
3.      Menguji pengaruh pelayanan dan fasilitas terhadap kepuasan pelanggan.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk hal hal sebagai berikut:
1.      Membuktikan wacana teoritis dalam ilmu perilakun konsumen dan menejemen ilmu ekonomi.
2.      Kontribusi dan masukan dalam praktik ilmu ekonomi bagi perusahaan (warnet) sebagi tempat penelitian.
3.      Referensi bagi peneliti berikutnya dalam mengkaji masalah yang sama di masa mendatang.




BAB II

A.    Hakikat berteori
Berteori pada hakikatnya menemukan dan mencari sifat hubungan antar variabel yang muncul dari suatu fenomena ataupun gejala yang diteliti.
Untuk dapat menemukan variabel apa saja yang terkait dengan fenomena ataupun gejala yang diteliti, berarti harus dideskripsikan tentang “Definisi konsep variabel, teori yang mendasari, dan indikatornya.”
Sedangkan untuk menemukan sifat hubungan variabel yang diteliti, harus dicari dan dideskripsikan melalui logika berfikir yang disebut “kerangka berfikir”.
Subtansi dalam “menemukan” dan “sifat hubungan antar variabel” tersebut dapat diuraikan seperti di bawah ini.
1.      Uraian teoritis
a.       Kepuasan pelanggan
1)      Pengertian pengertian kepuasan pelanggan
2)      Teori teori Dasar Kepuasan pelanggan
3)      Indikator indikator Kepuasan pelanggan
b.      Pelayanan
1)      Pengertian pengertian pelayanan
2)      Teori teori dasar pelayanan
3)      Indikator indikator pelayanan
c.       Fasilitas
1)      Pengertaian pngertian fasilitas
2)      Teori teori dasar fasilitas
3)      Indikator indikator fasilitas.

2.      Kerangka berfikir
a)      Hubungan pelayanan dengan kepuasan pelanggan
Menurut Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kotler juga mengatakan bahwa perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering. Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja biasanya terdapat pada elemen sebagai berikut:
1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihkan harapan pelanggan.
2. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
3. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
Teori dan penelitian diatas memperlihatkan bahwa pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, yakni apabila pelayanan baik maka kepuasan pelanggan akan tinggi, demikian sebaliknya.







Text Box: Faktor pelayanan
Text Box: Kepuasan pelanggan



 


b)      Hubungan fasilitas dengan kepuasan pelanggan.
Suryo Subroto “ fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha dapat berupa benda-benda maupun uang. Lebih luas lagi tentang pengertian failitas Suhaisimi Arikonto berpendapat, “fasilitas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan segala sesuatu usaha. Apabila fasilitas yang disediakan kurang baik, maka pelanggan akan mengalami ketidakpuasan dan mencari tempat (warnet) lain yang lebih bisa memberi fasilitas yang lebih baik.







Text Box: fasilitas
Text Box: Kepuasan pelanggan




 


Mengingat kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kedua faktor seperti dua gambar di atas, maka dalam penelitian ini kedua hubungan tersebut akan diteliti baik secra parsial maupun simultan, dengan paradigma sebagai berikut:


 






B.     HIPOTESIS
Mengingat adanya tiga hubungan seperti pada kerangka konseptual di atas, maka hipotesis dalam penlitian ini juga terdapat tiga buah, diantaranya:
·         Pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan
·         Fasilitas berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan
·         Pelayanan dan fasilitas berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan.



BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Definisi operasional
1.      Variabel independen (bebas):
a.       Pelayanan (X1): proses pemenuhan kebutuahan yang dilakukan pemilik warnet untuk pelanngan warnet. Indikator faktor pelayanan adalah:
1)      Pengembangan pelayanan: tindakan yang diberikan warnet kepada pelanggan selama berinternet di centro.
2)      Peningkat pelayanan: upaya upaya yang diberikan warnet untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
b.      Fasilitas (X2): imbalan yang diterimapengunjung  karena telah mengunjungi warnet agar nantinya kembali lagi.
1)      Kelayakan fasilitas: kesesuaian fasilitas yang diterima dengan kebutuhan pelanggan.
2)      Keadilan fasilitas: kesesuaian fasilitas yang diterima dengan potensi di pengunjung / pelanggan.
2.      Variabel dependent (terikat):
Kepuasan pelanggan (Y): cerminan perasaan pelanggan terhadap pelayanan dan fsilitas yang diterima.
Indikator kepuasan pelanggan :
a.       Kondisi warnet: cermianan perasaan pelanggan terhadap keadaan warnet.
b.      Penjaga warnet: cermianan perasaan pelanggan terhadap sikap dan perilaku penjaga warnet.
Seluruh indikator diatas menjadi ukuran ukuran dalam penelitaian ini yang kemudian akan dikembangankan menjadi instrumen penelitian
B.     Tempat dan waktu penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di warnet Centro.net solo. Penelitaian direncanakan akan berlangsung dari bulan mei 2016 sampai juli 2016. Pemilihan warnet Centro.net sebagai objek penelitian didasarkan pada alasan, karena tempatnya dekat dengan kost kami dan centro.net setiap hari ramai dikunjungi oleh mahaiswa dan pelajar sekolah karena tempatnya dekat dengan kampus UMS surakarta.
C.     Populasi dan sampel
Populas dalam penelitian ini adalah 100 pengunjung / pelanggan warnet Centro.net . teknik pengambilan sampel  menggunakan teknik sampel acak terstratifikasi  (stratified random sampling), yakni mengambil sampel dengan teknik proporsional – random sampling dari masing masing departemen yang ada dalam instansi.
Sedangkan penentuan jumlah sampel menggunakan rumusan slovin, sebagai berikut:
. n = N / 1+Ne2  = 100 / 1+(100 x (0,05)2) =  80
Keterangan:
.n= ukuran sampel
N= ukuran populasi
.e= persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan.  (dalam penilitian ini digunkan 5% atau 0,05)
(umar, 2000).

No
Departemen
Populasi
Sampel
1
Depertemen A
20
12
2
Depertemen B
13
11
3
Depertemen C
10
9
4
Depertemen D
11
9
5
Depertemen E
9
7
6
Depertemen F
10
8
7
Depertemen G
7
6
8
Depertemen H
7
6
9
Depertemen I
6
6
10
Depertemen J
7
6

JUMLAH
100
80


D.    TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunkan sistem instrumen angket / kuisioner untuk masing masing variabel penelitian:
1.      Pelayanan
Instrumen pelayanan dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Gibson (1992). Jumlah butir instrumen sebanyak 4 buah yang disusun dalam skala ratting, sedang opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4).
2.      Fasilitas
 Instrumen pelayanan dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari robbins, (1996). Jumlah butir instrumen sebanyak 4 buah yang disusun dalam skala ratting, sedang opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4).
3.      Kepuasan pelanggan
Instrumen pelayanan dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari jawel dan siegal (1998). Jumlah butir instrumen sebanyak 4 buah yang disusun dalam skala ratting, sedang opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4).

Pengujian lengkap validitas dan reliabilitas menggunkan cara cara berikut ini:
1.      Validitas
Pengujian validitas menggunakn dua cara:
a.       Validitas isi: pengujian isi angket dengan analisis rasional, kesesuaian dengan teori, dan pertimbangan ahli.
b.      Validitas konstruk: pengujian konstruk angket/isntrumen dengan mengkolerasikan nilai nilai tiap butir dengan nilai totalnya dengan menggunkan teknik statistik kolerasi, melalui program SPSS.
2.      RELIABILITAS
Pengujian reliabilitas menggunkan pendekatan konsistensi internal, yakni teknik belah dua dengan memilah butir instrumen bernomor ganjil dan butir bernomor genap, kemudian mengkolerasikannya yang dilanjutkan dengan analisis spearman brown. Pengolahan datanya mengunakan bantuan program SPSS.
E.     Teknik analisis data
Pilihan analisis statistik dalam penelitian didasrkan pada:
1.      Tujuan penelitian, bersifat:
a.       Uji prediktif antar variabel. Digunakan regresi
b.      Uji komparasi anatar variabel, digunakan T-test, Z-test, annava
2.      Jenis pengukuran variabel:
a.       Variabel nominal, ordianl, interval, rasional
b.      Banyaknya variabel yang dianalisis
Dengan bertumpu pada panduan analisis yang ada pada buku, dimana:
1.      Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada / tidaknya pengaruh
2.      Banyaknya variabel bebas = 2, dengan variabel terikat = 1
Maka teknik analisis data yang tepat adalah regresi linear berganda dengan persamaan Y = a + bX1 + bX2 + ɛ
Adapun pebolahan data untuk menguji ketiga hipotesis di atas menggunakan bantuan program pengolah data SPSS.
Data menggunakan rentang nilai 10 – 15.
NO
Pelayanan
Fasilitas
kepuasan







X1
X2
Y
X12
X22
Y2
X1.Y
X2.Y
X1dX2
1
10
10
10
100
100
100
100
100
100
2
10
10
10
100
100
100
100
100
100
3
10
10
10
100
100
100
100
100
100
4
10
10
10
100
100
100
100
100
100
5
10
11
10
100
121
100
100
110
110
6
11
12
10
121
144
100
110
120
132
7
14
15
15
196
225
225
210
225
210
8
15
10
13
225
100
169
195
130
150
9
15
11
12
225
121
144
180
132
165
10
10
11
11
100
121
121
110
121
110
11
13
14
14
169
196
196
182
196
182
12
10
10
10
100
100
100
100
100
100
13
11
11
11
121
121
121
121
121
121
14
12
15
14
144
225
196
168
210
180
15
15
15
15
225
225
225
225
225
225
16
15
10
12
225
100
144
180
120
150
17
15
11
14
225
121
196
210
154
165
28
10
10
10
100
100
100
100
100
100
19
11
11
11
121
121
121
121
121
121
20
15
12
12
225
144
144
180
144
180
21
14
13
13
196
169
169
182
169
182
22
10
11
11
100
121
121
110
121
110
23
12
11
12
144
121
144
144
132
132
24
11
10
10
121
100
100
110
100
110
25
15
15
15
225
225
225
225
225
225

Dengan SPSS:


                   



REGRESSION
  /MISSING LISTWISE
  /STATISTICS COEFF OUTS CI BCOV R ANOVA
  /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)
  /NOORIGIN
  /DEPENDENT Y
  /METHOD=ENTER X1 X2.

Regression


[DataSet0] 

Variables Entered/Removedb
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1
fasilitas, pelayanana
.
Enter
a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: kepuasan



Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.943a
.890
.880
.63368
a. Predictors: (Constant), fasilitas, pelayanan


ANOVAb
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
71.166
2
35.583
88.613
.000a
Residual
8.834
22
.402


Total
80.000
24



a. Predictors: (Constant), fasilitas, pelayanan



b. Dependent Variable: kepuasan






Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
95% Confidence Interval for B
B
Std. Error
Beta
Lower Bound
Upper Bound
1
(Constant)
-.184
.912

-.202
.842
-2.074
1.707
pelayanan
.449
.069
.529
6.536
.000
.306
.591
Fasilitas
.565
.081
.565
6.981
.000
.397
.733
a. Dependent Variable: kepuasan






Coefficient Correlationsa
Model
fasilitas
Pelayanan
1
Correlations
fasilitas
1.000
-.484
pelayanan
-.484
1.000
Covariances
fasilitas
.007
-.003
pelayanan
-.003
.005
a. Dependent Variable: kepuasan


Kesimpulan :
Dengan signifikansi 5% pelayanan dan fasilitas secra bersama berpengaruh terhadap kepusanan pelanggan warnet Centro.net.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar